Polemik Politik

Sheikh Ahmad Al Fahad: Asian Games 2018 Sukses Bersejarah

Oleh: Willian Samuel )*

Asian Games 2018 Jakara-Palembang, secara resmi telah ditutup, 2 September 2018 lalu. Banyak cerita yang telah mewarnai penyelenggaraan Asian Games kali ini.  Dimulai dari aksi Presiden RI Ir. Joko Widodo yang di dalam sebuah video yang menunjukkan skill-nya dalam mengendarai motor gede, dimana rombongan presiden terjebak macet dalam perjalanan menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) untuk membuka Asian Games 2018.

Lepas dari pelaksanaan opening ceremony yang begitu megah, cerita berlanjut dari masing – masing venue tempat berlangsungnya pertandingan dari berbagai cabang olahraga yang juga menghadirkan momen yang tidak akan terlupakan. Keberhasilan tim perahu naga putri Korea Bersatu, yang terdiri atlet Korea Selatan dan Korea Utara, untuk pertama kalinya dalam sejarah meraih medali emas di Asian Games 2018 di Jakarta. Di Asian Games 2018, Korea Bersatu tampil sebagai kontingen tersendiri, selain Korea Selatan dan Korea Utara. Keberhasilan ini menjadi pembicaraan dunia, dimana hal ini sangat langka, dan kelangkaan ini langsung memberikan medali emas bagi kontingen ini.

Kontingen Indonesia juga memiliki cerita di event empat tahunan ini. Indonesia sebagai tuan rumah, tentu tidak mau hanya menjadi penerima tamu yang baik saja, tapi juga ingin membuktikan kepada dunia, bahwa Indonesia mampu bersaing dengan raksasa olahraga Asia, seperti China, Jepan dan Korea Selatan yang dalam beberapa dekade ini selalu mendominasi Asian Games 2018. All Indonesia Final antara Markus Gideon/Kevin Sanjaya melawan Fajar Alfian/Muhammad Riad Ardianto, kharisma Jonathan “Jojo” Christie sang juara tunggal putra bulu tangkis, dominasi Indonesia di cabor pencak silat, hingga Hanifan, pesilat yang membuat Jokowi dan Prabowo berpelukan dan disambut histeris oleh penonton di TMII menjadi cerita menarik di Asian Games 2018 ini.

Cerita tentang betapa luar biasanya Asian Games 2018 ini pun semakin indah dengan banyaknya pujian yang datang dari dunia internasional kepada Indonesia, seperti pujian dari Perdana Menteri India, Narendra Modi melalui akun twitter-nya @narendramodi.

“Selamat kepada Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yang tak terlupakan. Pertandingan – pertandingan itu menjadi saksi penampilan hebat para atlet dan mewujudkan semangat sportivitas yang luar biasa.”

Tidak hanya dari Perdana Menteri dunia, tetapi pujian juga datang dari pimpinan OCA bahkan IOC, yakni dari Presiden Olympic Council of Asia (OCA) Sheikh Ahmad Al Fahad Al Sabah.

“Anda mengangkat energi Asia. Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang, energy Asia, merupakan sukses bersejarah. Terima kasih Jakarta, terima kasih Palembang. Langit pun menangis karena kami sangat sedih hari ini, karena kami harus meninggalkan negaramu yang indah. Kami pulang dengan banyak kenangan, kenangan indah dalam pesta olahraga hebat ini. Kami tak akan pernah melupakannya, kamu akan selalu ada di hati kami.”

Juga dari Ketua International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach. “Karena dengan Asian Games ini, dengan kesuksesan besar ini, Indonesia telah menunjukkan bahwa mereka memiliki semua dasar untuk menyelenggarakan Olimpiade dengan sukses. Di sini di Indonesia ada kombinasi yang hebat antara keramahan dan efisiensi, dan inilah yang menjadi tujuan Olimpiade.” kata Bach.

Wakil Presiden Kehormatan Olympic Council of Asia (OCA) Wei Jizong. “Asian Games 2018 Jakarta-Palembang lebih baik dari pada yang saya harapkan. Secara alami dalam setiap Asian Games pasti ada banyak permasalahan, namun setiap masalah dapat diselesaikan dan saya bisa menyatakan Asian Games di Jakarta-Palembang tidak ada masalah lagi.” ucap Wei Jizong.

Seakan tidak mau ketinggalan, atlet – atlet yang berlaga pada Asian Games 2018 juga memberikan pujian untuk penyelenggaraan event olahraga terbesar di Asia ini, antara lain Sue Ling Teoh, atlet triathlon Malaysia. “Terlepas dari cuaca di sini yang cukup panas. Pelayanannya bagus, panitia juga bersahabat. Semuanya baik di sini. Saya tidak tahu apa yang mesti saya keluhkan kecuali cuaca yang panas,” kata Sue Ling Teoh. Ani Karia de Leon, pelatih triathlon asal Filiphina berpendapat Palembang mengalami peningkatan dalam menyelenggarakan pertandingan olahraga. Dia menilai penyelenggaraan Asian Games khususnya di cabang olahraga triathlon,lebih baik dari Kejuaraan Asia yang juga dihelat di Palembang pada 2017 lalu. “Dibandingkan tahun lalu, tentunya ada peningkatan. Dan cara penyelenggaraan acara Asian Games 2018, tempat tinggal, makan, semua sempurna. Relawan dan panitia sangat mudah untuk didekati, saya suka mereka. Mereka sangat bersahabat seperti orang Filiphina,” kata Ani Karia. “Indonesia negara yang sangat bagus, sepak bola nya juga bagus dan itu baik untuk masyarakatnya. Ini pertama kalinya saya ke Indonesia, dan saya merasa sangat diterima di sini. Begitu juga dengan tim saya, banyak yang tidak sungkan untuk meminta foto bersama kami,” kata Sarfaraz Rehman, atlet sepak takraw Pakistan.

Kita patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras pemerintah, Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC), dan tidak ketinggalan, para atlet yang telah berjuang memberikan karya dan persembahan yang luar biasa demi nama baik Indonesia di mata dunia. Harus kita ketahui, bahwa Asian Games 2018 ini merupakan yang tersukses sepanjang sejarah. Tercatat pada edisi ke-18 kali ini, event olaharaga ini melibatkan 45 negara peserta, 16 ribu atlet dan official, 5.000 media dalam dan luar negeri, 30 ribu sukarelawan, dengan 5 miliar penonton dari seluruh dunia, serta perkiraan 150 ribu wisatawan mancanegara. Kita harusnya berbangga, karena perhelatan Asian Games 2018 dinilai sebagai yang tersukses sepanjang sejarah pelaksanaannya. Asian Games kali ini mempertandingkan 40 cabang olahraga dengan 465 nomor pertandingan, dimana jumlah ini meningkat sebesar 20 persen dibandingkan dengan peserta pada Asian Games 2014 Incheon, Korea Selatan.

Indonesia telah menunjukkan suatu kekuatan energi dan spirit yang besar dalam menyelenggarakan pesta olahraga Asia ini. Kerja sama yang keras dan cerdas dari seluruh elemen ini telah memberikan energi yang positif bagi Indonesia. Energi yang mencerminkan semangat persatuan kesatuan, gotong royong, musyawarah/mufakat bangsa Indonesia, yang meski berbeda suku, agama, kepentingan dan golongan tetapi mampu untuk tetap satu dalam Bhineka Tunggal Ika, tetap satu demi menyatukan seluruh Asia, tetap satu untuk memberikan karya terbaik bagi bangsa dan dunia, tetap satu untuk menjadikan Asian Games 2018 ini tersukses sepanjang sejarah, tetap satu untuk membuktikan bahwa Indonesia adalah Energy of Asia, dan tetap satu untuk menunjukkan bahwa Indonesia Bisa.

 

)* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pancasila

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close