Cuitan Media Sosial

Menuju Adaptasi Kebiasaan Baru Demi Berlangsungnya New Normal

Oleh: Halimatusadiyyah (Koordinator Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Tangerang)

Selama kurang lebih 3 bulan lamanya, kita digaungkan dengan tuntutan untuk social distancing, menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dan karantina rumah. Hal tersebut tentu membuat masyarakat harus melakukan hal-hal yang awalnya seperti biasa, namun diubah menjadi hal khusus demi mencegah penyebaran Covid-19.

Covid-19 berhasil merubah kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari baik di rumah, sekolah, tempat kerja, di jalan, bahkan bisa dibilang dimanapun kita berada. Kita dibuat seakan tak berdaya, karena gerak langkah kita dibatasi dengan adanya Covid-19, sehingga membuat kita tidak produktif yang berdampak pada masalah ekonomi keluarga, masyarakat, daerah, dan negara.

Pemerintah telah memobilisasi kehidupan tatanan baru namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Pada masa pandemi masyarakat Indonesia diharuskan hidup dengan tatanan hidup baru yang mampu ‘berdamai’ dengan Covid-19. Adapun yang dimaksud dengan new normal adalah suatu tindakan atau perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dan semua institusi yang ada di wilayah tersebut untuk melakukan pola harian atau pola kerja dan pola hidup baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bila hal ini tidak dilakukan akan terjadi risiko penularan, bahkan memunculkan gelombang kedua penyebaran Covid-19.

Tujuan dari new normal sendiri adalah agar masyarakat tetap produktif dan aman dari Covid-19 di masa pandemi. Bagi sebagian besar masyarakat, new normal juga identik dengan pembukaan sarana atau ruang publik, perkantoran, industri, sekolah, dan lain sebagainya. Anggapan seperti itu tidak sepenuhnya salah, namun harus diingat betul bahwa new normal tetap menerapkan protokol kesehatan dan sejumlah pembatasan tertentu. Hal ini diterapkan agar masyarakat dapat beradaptasi dan beraktivitas meski pandemi Covid-19 belum usai.

Di antara hal yang harus dilakukan selama new normal adalah tidak jauh dengan pencegahan virus corona yang selama ini disosialiasikan, dengan cara menjaga kebersihan tangan dengan sabun dan hand sanitizer sesering mungkin. Ikuti tahap-tahap mencuci tangan yang baik, meliputi punggung tangan, bagian dalam, sela-sela jari, dan ujung jari. Gunakan masker setiap kali melakukan aktivitas diluar atau berinteraksi dengan orang lain. Kendati demikian, untuk menghindari penularan virus. Bagi masyarakat yang sehat, dianjurkan untuk menggunakan masker non-medis atau masker kain.

Agar terhindar dari paparan virus tersebut, masyarakat harus menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter. Kebijakan ini harus diterapkan selama kehidupan new normal berlangsung, guna menjaga kesehatan satu sama lain. Physical distancing atau jaga jarak perlu terus disampaikan agar masyarakat menghindari kerumunan, meminimalisasi kontak fisik dengan orang lain, dan tidak mengadakan acara yang mengundang orang banyak.

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan yang sehat dan bergizi serta mengandung nutrisi. Asupan sayur dan buah berperan penting dalam menjaga stabilitas imun seseorang. Bagaimanapun, yang paling utama dalam menangkal berabagai virus adalah imun kita sendiri. Memang betul, pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan.

Dengan tidak menyepelekan protokol kesehatan, new normal menjadi suatu hal yang penting demi terciptanya produktivitas masyarakat guna menghidupkan kembali kegiatan masyarakat yang sempat terhambat. Jelas tidak ada ruginya, kita sebagai masyarakat untuk selalu mematuhi imbauan pemerintah di tengah situasi genting seperti sekarang.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close